Pharmacys Herbal Corner

Apoteker Sahabat Sehat Keluarga

Browsing Posts in Manajemen Farmasi

Berikut diumumkan nilai UKD 1 kelas A dan B. Nilai juga dapat di download di : nilai UK 1 2013

Bagi mahasiswa yang mendapatkan nilai dibawah 60, WAJIB mengikuti REMIDI pada tanggal 28 April 2015 pada jam kuliah Manajemen dan Akutansi Farmasi (jem 10.15 – 12.00 WIB) Ruang A3-07b).

Materi : sama dengan materi UKD1 yang lalu

  • Apotek (pharmacy) dan Feasibility Study
  • Perencanaan dan Pengadaan
  • Administrasi Apotek
  • Struktur organisasi Apotek

 

NILAI UKD 1 MANAJEMEN & AKUTANSI FARMASI KELAS A DAN B
NO 
NIM UK 1 NO NIM UK 1
1 m3513001 50 27 m3513029 49
2 M3513002 54 28 m3513030 69
3 M3513003 73 29 m3513031 35
4 m3513004 45 30 M3513032 55
5 m3513005 45 31 m3513033 73
6 M3513006 46 32 m3513034 69
7 M3513007 58 33 M3513035 85
8 m3513008 42 34 m3513036 56
9 m3513009 70 35 m3513038 63
10 m3513010 75 36 M3513039 78
11 M3513011 40 37 M3513040 47
12 m3513012 58 38 M3513041 40
13 m3513013 33 39 M3513042 42
14 M3513014 61 40 m3513043 78
15 M3513015 61 41 m3513044 70
16 m3513016 41 42 m3513045 72
17 m3513017 48 43 M3513046 56
18 M3513018 68 44 m3513049 50
19 M3513019 46 45 M3513050 67
20 M3513020 66 46 M3513051 38
21 m3513021 51 47 m3513052 49
22 m3513022 62 48 m3513053 53
23 M3513024 82 49 m3513054 35
24 m3513025 70 50 M3513055 66
25 M3513027 75 51 M3513056 46
26 m3513028 81 52 m3513057 60

Oleh : Anugrah Nur Ristinovit

PEMUSNAHAN SEDIAAN FARMASI DAN ALKES MENGGUNAKAN METODE INSINERASI

 

Sediaan farmasi dan alat kesehatan yang telah kadaluwarsa termasuk dalam limbah medis. Limbah medis adalah limbah yang dihasilkan pada kegiatan rumah sakit, dapat berupa padat, cair, dan gas. Pemusnahan limbah medis rumah sakit dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan insinerasi.

Insinerasi merupakan proses pembakaran yang terorganisir untuk mengurangi limbah padat sehingga berbentuk abu dan dilakukan netralisasi dan solidifikasi abu hasil bakaran dan dikuburkan didalam tanah (Mato, 1997). Alat yang digunakan untuk insinerasi disebut dengan insinerator. Insinerator merupakan teknologi pengolahan limbah medis yang dapat memusnahkan komponen berbahaya. Volume limbah yang dapat direduksi 5 – 15% berupa abu selainnya menghasilkan energi. Hal tersebut dapat diperoleh secara bersamaan apabila suhu pembakaran 1200°C, sehingga insinerasi dianggap sebagai salah satu cara mengolah limbah yang ideal (Reindhart, 1995). Insinerasi pada suhu tinggi sekitar 1200°C dibutuhkan untuk menghancurkan semua bahan infeksius, benda tajam, farmasi dan sitotoksik. Akan tetapi, insinerasi pada suhu rendah dapat menghasilkan uap sitotoksik yang berbahaya ke udara. Oleh karena itu, insinerator juga harus dilengkapi dengan peralatan pembersih gas.

Jenis limbah yang dianjurkan untuk dimusnahkan dengan insinerator adalah limbah B3 yang bersifat biologis, limbah yang tidak biodegradable dan tetap ada di lingkungan, limbah cair yang mudah menguap dan mudah untuk menyebar, limbah cair memiliki titik nyala dibawah 400°C dan limbah yang tidak bisa dibuang di secure landfil (Visvanathan, 1996).

Limbah B3 didefinisikan sebagai limbah padat atau kombinasi dari limbah padat yang karena jumlah, konsentrasinya, sifat fisik, kimia maupun yang bersifat infeksi yang dapat menyebabkan kematian dan penyakit yang tidak dapat pulih, yang substansinya dapat membahayakan bagi kesehatan manusia atau lingkungan (Watts, 1997).

Secara garis besar, pemusnahan limbah menggunakan metode insinerasi dibagi dalam beberapa tahapan yaitu tahap pengumpulan dan penyimpanan limbah medis, tahap pembakaran limbah, tahap pembersihan sisa pembakaran, dan tahap pembersihan asap. Sedangkan pada proses pembakarannya terdapat tiga tahapan, yaitu penguapan kandungan air dalam limbah sehingga limbah menjadi kering dan siap dibakar, selanjutnya terjadi proses pirolisis yaitu pembakaran tidak sempurna dimana temperatur belum terlalu tinggi, dan yang terakhir terjadi pembakaran sempurna.

Pada insinerator, pembakaran sampah menggunakan sistem pembakaran bertingkat (double chamber). Ruang bakar pertama digunakan sebagai pembakar limbah, suhu dikendalikan antara 400°C – 600°C. Ruang bakar kedua digunakan sebagai pembakar asap dan bau dengan suhu antara antara 600°C – 1200°C. Limbah dimasukkan ke ruang pembakaran pertama yang telah dipanaskan sampai suhu minimum lalu dibubuhi gas dan dibakar. Kemudian limbah dipindahkan ke ruang pembakaran kedua untuk menyelesaikan pembakaran dengan suhu yang lebih tinggi. Gas hasil pembakaran dibersihkan dari polutan yang dapat mencemari lingkungan sebelum dikeluarkan melalui cerobong. Suhu pembakaran, waktu tinggal (residence time) dan pencampuran di ruang pembakaran harus dikendalikan secara cermat untuk memastikan penghancurannya sempurna dan kontaminan-kontaminan tidak terbuang melalui cerobong.

Keuntungan insinerasi antara lain adalah dapat mendestruksi komponen berbahaya, dapat mengurangi volume limbah 85% – 90%, serta panas dari proses pembakaran insinerasi dapat menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan. Sedangkan kekurangan insinerasi adalah emisi udara dari insinerator tersebut yang dapat mencemari udara apabila tidak memiliki pengendalian udara yang baik, membutuhkan biaya yang relatif banyak, serta memboroskan energi dan sumberdaya material.

gambar 6

 

Referensi :

Mato, R.R.A.M., dan Kassenga, G.R. 1997. “A Study on Problem of Management of Medical Solid Waste in Dar es Salaam and Their Remedial Measures”. Resources, Conservation, and Recycling Journal Vol.  21, page 1-16.

Reindhart, P.A and Gordon. 1995. Infectious and Medical Waste Management. Lewis Publisher, inc.

Visvanathan, C. 1996. “Hazardous Waste Disposal”. Resource, Conservation, and Recycling Journal Vol. 16, page 201-212.

Watts, R. J. 1997. Hazardous Waste Sources, Pathways, Receptor. New York : John Wiley & Sons, inc.

Posted By : Riska Yuli Rahmawati

CARA PEMUSNAHAN PERBEKALAN FARMASI DENGAN PENIMBUNAN

Menurut Undang – undang Republik Indonesia No 7 Tahun 1963 , yang dimaksud dengan Perbekalan Kesehatan dibidang farmasi adalah perbekalan yang meliputi obat. bahan obat, obat asli Indonesia. bahan obat asli Indonesia, alat kesehatan, kosmetik dan sebagainya, Secara umum definisi obat, obat asli Indonesia dan alat kesehatan dapat diurai sebagai berikut : a.Obat adalah obat yang dibuat dari bahan-bahan yang berasal dari binatang, tumbuh-tumbuhan, mineral dan obat syntetis

b.Obat asli Indonesia adalah obat-obat yang didapat langsung dari bahan-bahan alamiah di Indonesia, terolah secara sederhana atas dasar pengalaman dan dipergunakan dalam pengobatan tradisionil;

c.Alat kesehatan adalah alat-alat yang diperlukan bagi pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan pembuatan obat;

Jika berbicara tentang perbekalan farmasi maka tak pernah lepas dari pekerjaan kefarmasiaan. Pekerjaan kearmasiaan sendiri mencakup pembuatan, pengolahan, peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran, penyimpanan, penyerahan hingga pemusnahan obat atau bahan obat, Pada artikel ini akan kami jabarkan tentang salah satu pekerjaan kefarmasian yaitu pemusnahan sediaan farmasi dengan cara penimbunan.

Sebelum sediaan farmasi itu dimusnahkan sebenarnya semua jenis obat mempunyai batas waktu penyimpanan, karena lambat laun obat akan terurai secara kimiawi akibat pengaruh cahaya, udara dan suhu. Akhirnya khasiat obat akan berkurang. Tanda-tanda kerusakan obat kadangkala tampak dengan jelas, misalnya bila larutan bening menjadi keruh dan bila warna suatu krim berubah tidak seperti awalnya ataupun berjamur. Akan tetapi dalam proses rusaknya obat tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk dan baunya obat tidak berubah, namun kadar zat aktifnya sudah banyak berkurang, atau terurai dengan membentuk zat-zat beracun. berkurangnya zat aktif hanya dapat ditetapkan dengan analisa di laboratorium. Menurut aturan internasional, kadar obat aktif dalam suatu sediaan diperbolehkan menurun sampai maksimal 10%, lebih dari 10% dianggap terlalu banyak dan obat harus dibuang.

Dalam hal pemusnahan sediaan farmasi ini tidak sembarang sediaan farmasi yang dimusnahkan. Sediaan farmasi yang karena suatu hal tidak dapat lagi digunakan atau dilarang digunakan harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau ditanam atau dengan cara lain yang ditetapkan Menteri.(Kepmenkes 1332/2002). Sediaan farmasi yang dimaksud disini yaitu sediaan farmasi yang ED, sediaan farmasi yang rusak , dan sediaan farmasi yang dilarang oleh pemerintah.

Cara melakukan pemusnahannya pun dapat dilakukan dengan cara:

a)      dibakar, ditanam ,atau dengan cara lain

b)      dilakukan oleh APA atau Apoteker Pengganti dibantu minimal 1 karyawan apotek

c)      dibuat berita acara pemusnahan dan dilaporkan ke Dinkes

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek berikut prosedur tetap pemusnahan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan dan perbekalan kesehatan serta pemusnahan resep:

  1. PROSEDUR TETAP PEMUSNAHAN SEDIAAN FARMASI DAN PERBEKALAN KESEHATAN

1. Melaksanakan inventarisasi terhadap sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan yang akan dimusnahkan.

2. Menyiapkan administrasi ( berupa laporan dan berita acara pemusnahan).

3. Mengkoordinasikan jadwal, metode dan tempat pemusnahan kepada pihak terkait

4. Menyiapkan tempat pemusnahan

5. Melakukan pemusnahan disesuaikan dengan jenis dan bentuk sediaan.

6. Membuat laporan pemusnahan obat dan perbekalan kesehatan, sekurang-kurangnya memuat:

a) Waktu dan tempat pelaksanaan pemusnahan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan

b) Nama dan jumlah sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan

c) Nama apoteker pelaksana pemusnahan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan

d) Nama saksi dalam pelaksanaan pemusnahan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan

7. Laporan pemusnahan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan ditandatangani oleh apoteker dan saksi dalam pelaksanaan pemusnahan (berita acara terlampir).

 

  1. PROSEDUR TETAP PEMUSNAHAN RESEP

1. Memusnahkan resep yang telah disimpan tiga tahun atau lebih.

2. Tata cara pemusnahan:

• Resep narkotika dihitung lembarannya

• Resep lain ditimbang

• Resep dihancurkan, lalu dikubur atau dibakar

3.Membuat berita acara pemusnahan sesuai dengan format terlampir

  1. C.     PROSEDUR PEMUSNAHAN NARKOTIKA

Pada pasal 9 PerMenKes RI No.28/MenKes/Per/1978 disebutkan bahwa apoteker pengelola apotek dapat memusnahkan narkotika yang rusak, kadaluarsa atau tidak memenuhi syarat lagi untuk digunakan bagi pelayanan kesehatan dan atau untuk pengembangan. APA atau dokter yang memusnahkan narkotika harus membuat Berita Acara Pemusnahan Narkotika yang memuat:

  1. Tempat dan waktu (jam, hari, bulan dan tahun).
  2. Nama pemegang izin khusus, APA atau dokter pemilik narkotika.
  3. Nama, jenis, dan jumlah narkotika yang dimusnahkan.
  4. Cara memusnahkan.
  5. Tanda tangan dan identitas lengkap penanggung jawab apotek dan saksi-saksi pemusnahan.

Kemudian berita acara tersebut dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan RI, Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (POM) setempat dan Arsip dokumen. Sebagai pelaksanaan pemeriksaan, diterbitkan surat edaran Direktur Pengawasan Obat dan Makanan No.010/E/SE/1981 tanggal 8 Mei 1981 tentang pelaksanaan pemusnahan narkotika yang dimaksud adalah:

  1. Bagi apotek yang berada di tingkat propinsi, pelaksanaan pemusnahan disaksikan oleh Balai POM setempat.
  2. Bagi apotek yang berada di Kotamadya atau Kabupaten, pelaksanaan pemusnahan disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Tingkat II.

D.PROSEDUR PEMUSNAHAN PSIKOTROPIKA

Tata cara pemusnahan psikotropika sama dengan tata cara pemusnahan narkotika.

E.PROSEDUR PEMUSNAHAN KOSMETIKA

Menurut Peraturan Kepala BPOM nomor HK.03.1.23.12.11.10719 tahun 2011 tentang Tata Cara pemusnahan Kosmetika yang dimaksud Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.

Kosmetika yang dilakukan penarikan dari peredaran dan dapat membahayakan kesehatan wajib dilakukan pemusnahan. Kosmetika yang membahayakan kesehatan maksutnya :

a. tidak dinotifikasi;

b. mengandung bahan dilarang;

c. tidak memenuhi persyaratan cemaran mikroba;

d. tidak memenuhi persyaratan cemaran logam berat;

e. mengandung bahan melebihi batas kadar yang diizinkan;

f. kedaluwarsa; atau

g. mencantumkan penandaan yang tidak objektif, menyesatkan dan/atau  berisi informasi seolah-olah sebagai obat.

Pemusnahan dilakukan perintah Kepala Badan/Kepala Balai; dan/atau harus disaksikan oleh petugas. Pemusnahan dilakukan oleh industri kosmetika, importir kosmetika, dan/atau usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi atas dasar :

a. hasil pengawasan pasca pemasaran; atau

b. tindak lanjut hasil evaluasi terhadap keluhan atau monitoring efek

Pemusnahan wajib dilaporkan kepada Kepala Badan. Pemusnahan dilaksanakan dengan memperhatikan dampak terhadap kesehatan manusia serta lingkungan dan sesuai dengan ketentuan peraturan. Pemusnahan kosmetika harus dilengkapi dengan berita acara pemusnahan

F.PROSEDUR PEMUSNAHAN ALAT KESEHATAN

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik, cara Pemusnahan Alat Kesehatan yaitu :

a. Harus ada standar prosedur operasional mengenai pemusnahan produk.

b. Pemusnahan dilaksanakan terhadap alat kesehatan yang:

1) diproduksi tanpa memenuhi persyaratan yang berlaku;

2) telah kedaluarsa;

3) tidak memenuhi syarat untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan atau kepentingan ilmu pengetahuan dan teknologi; dan/atau

4) dicabut izin edarnya.

c. Produk yang akan dimusnahkan yang belum dikirim ke tempat pemusnahan harus ditempatkan terpisah dan teridentifikasi secara jelas agar tidak tercampur dengan produk layak jual dan mencegah terjual secara tidak sengaja.

d. Kegiatan pemusnahan harus memperhatikan hal berikut:

1) keselamatan personil yang melaksanakan pemusnahan;

2) kemungkinan penyalah-gunaan produk/kemasan;

3) meminimalkan dampak terhadap lingkungan; dan

4) peraturan perundang-undangan mengenai pembuangan limbah.

e. Pemusnahan alat kesehatan harus dilaporkan kepada instansi yang berwenang dengan melampirkan Berita Acara Pemusnahan.

f. Berita Acara Pemusnahan Alat Kesehatan harus ditandatangani oleh pimpinan perusahaan, penanggung jawab teknis, dan saksi, dan sekurang- kurangnya mencantumkan:

1) waktu dan tempat pelaksanaan pemusnahan alat kesehatan;

2) jumlah dan jenis alat kesehatan;

3) penanggung jawab teknis pelaksana pemusnahan alat kesehatan;

4) saksi dalam pelaksanaan pemusnahan alat kesehatan.

g. Rekaman kegiatan pemusnahan harus dipelihara

 

PEMUSNAHAN DENGAN CARA PENIMBUNAN

Pemusnahan dengan cara penimbunan dapat dilakukan dengan cara  ditimbun di dalam tanah dimana sebelumnya seluruh produk yang akan dimusnahkan dikeluarkan atau dilepaskan dari kemasan primernya sehingga produk tersebut cepat diurai didalam tanah. Setelah pemusnahan dilakukan maka dibuatkan Berita Acara Pemusnahan.

gambar 1

Berikut tata cara pemusnahan bentuk sediaan farmasi :

  1. Sediaan Solid (Tablet,Kapsul,Serbuk,Kaplet, dll)

Pada pemusnahan bentuk sediaan solid isinya harus digerus dan diencerkan dengan air kemudian dibuang dan kemasaannya langsung ditimbun dalam tanah. Atau dapat juga dilakukan dengan cara mengeluarkan isinya kemudian melarutkan  dalam air dan kemasannya dibakar. Untuk  bentuk sediaan kapsul maka serbuk dalam cangkang kapsul dikeluarkan terlebih dahulu baru diencerkan kemudian cangkang kapsul ditimbun dalam tanah.

gambar 2

2.Sediaan Liquid (Sirup Emulsi, elixir,suspense,emulsi, dll)

Untuk sediaan liquid terlebih dahulu sediaan isi dalam kemasan dibuang lalu kemasan (botolnya ) dipecah kemudian ditimbun dalam tanah. Penimbunan dalam tanah ini dilakukan sedalam mungkin agar pecahan botol tidak membahayakan kaki saat tanah diinjak.

gambar 3

3.Sediaan Semi Solid ( Cream,pasta,lotion,salep,dll)

Untuk sediaan semi solid cara pemusnahannya dengan mengeluarkan isi sediaan dari kemasannya dan kemudian diencerkan lalu dibuang. Pembuangan enceran tadi juga tidak di sembarag temapt tetapi dapat dilakukan di wastafel khusus tempat pembuangan limbah. Kemudian kemasan primernya barulah ditimbun.

gambar 4

4.Pemusnahan Resep

Resep yang akan dimusnahkan adalah resep yang sudah disimpan selama 3 tahun atau lebih yang ditimbang terlebih dahulu. Pemusnahan ini dapat dilakukan dengan memasukkan resep ke dalam air lalu setelah resep itu hancur barulah ditimbun dalam tanah. (https://www.djkn.kemenkes.go.id).

  1. Pemusnahan alkes

Sementara itu produk-produk alkes dimusnahkan dengan cara dibakar pada sebuah tempat yang sudah disiapkan. Sisa hasil pemusnahan tersebut seluruhnya dimasukkan pada sebuah lubang dan ditimbun dengan tanah.

gambar 5

 

Dengan pemusnahan ini diharapkan obat maupun alkes yang tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan tidak beredar di sarana distribusi maupun  sarana pelayanan kesehatan sehingga  masyarakat terlindungi  dari produk yang beresiko terhadap kesehatan.

Penimbunan perbekalan farmasi ini berupa penempatan permanen limbah dalam tanah yang memperhatikan persyaratan lokasi, persyaratan  perbekalan farmasi yang boleh ditimbun, persyaratan  bekas lokasi landfill yang dijabarkan sebagai berikut :

a)      Persyaratan  Lokasi Penimbunan

  • Lokasi merupakan daerah yang bebas banjir 100 tahunan
  • Bebas potensi bencana alam (banjir, longsor, gempa bumi)
  • Tidak terdapat aquifer dibawahnya (minimal 4 m).
  • Berjarak minimal 500 m dari aliran sungai yang mengalir sepanjang tahun.
  • Curah hujan kecil.
  • permeabilitas tanah maksimum 10 pangkat negatif 7 centimeter per detik;
  •  merupakan lokasi yang ditetapkan sebagai lokasi penimbunan berdasarkan rencana tata ruang;
  • merupakan daerah yang secara geologis dinyatakan aman, stabil tidak rawan bencana dan di luar kawasan lindung;
  • tidak merupakan daerah resapan air tanah, khususnya yang digunakan untuk air minum.

b)      Persyaratan  Perbekalan Farmasi Yang Boleh Ditimbun

  • Memenuhi baku mutu TCLP
  • Telah melalui proses stabilisasi/solidifikasi, insenerasi, pengolahan lainnya.
  • Tidak bersifat flammable, explosive, reactive, infectious.
  • Tidak mengandung zat organik > 10%.
  • Tidak mengandung PCB / dioksin
  • Tidak mengandung radioaktif.
  • Tidak berbentuk cair/lumpur.

c)      Persyaratan  Bekas Lokasi Landfill

  • Memiliki perencanaan : pemeliharaan, sistem deteksi kebocoran, drainase air tanah.
  • Uji laboratorium secara periodik.
  • Pelaporan tiap 3 bulan ke BAPEDAL.
  • Bertanggungjawab terhadap pemeliharaan serta dampak yang timbul, selama 30 tahun sejak ditutupnya landfill.

(http://www.pom.go.id/new/index.php/view/berita/5240/Pemusnahan-Produk-Obat-dan-Alat-Kesehatan-Kadaluwarsa.html)

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, penimbunan perbekalan farmasi wajib menggunakan sistem pelapis yang dilengkapi dengan saluran untuk pengaturan aliran air permukaan,pengumpulan air lindi dan pengolahannya, sumur pantau dan lapisan penutup akhir yang telah disetujui oleh instansi yang bertanggung jawab. Penghentian kegiatan penimbunan oleh penimbun wajib mendapatkan persetujuan tertulisdari Kepala instansi yang bertanggung jawab.

Sedangkan terhadap lokasi penimbunan perbekalan farmasi yang telah dihentikan kegiatannya wajib memenuhi hal-hal sebagai berikut :

a. menutup bagian paling atas tempat penimbunan dengan tanah setebal minimum 0,60 meter;

b. elakukan pemagaran dan memberi tanda tempat penimbunan perbekalan farmasi

c. melakukan pemantauan kualitas air tanah dan menanggulangi dampak negatif yang mungkin timbul akibat keluarnya limbah ke lingkungan, selama minimum 30 tahun terhitung sejak ditutupnya seluruh fasilitas penimbunan perbekalan farmasi

d. peruntukan lokasi penimbun yang telah dihentikan kegiatannya tidak dapat dijadikan pemukiman atau fasilitas umum lainnya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemusnahan produk yang telah rusak dan kadaluarsa tersebut perlu dilakukan untuk menghindari masyarakat dari terpapar produk yang tidak terjamin keamanan, khasiat atau manfaat dan mutunya akibat efek negatif dari produk-produk tersebut. (Anonim.2006)

 

 

Contoh form menurut SK no 1027/Menkes /SK/IX/2004 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Standar Kefarmasian di Apotek sbb :

 

BERITA ACARA PEMUSNAHAN OBAT

Pada hari ini …………………… tanggal……………. bulan………………… tahun ………………… sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek ,kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama Apoteker Pengelola Apotek                             : ……………………………………………………….

No.S.I.K                                                                     : ………………………………………………………

Nama Apotek                                                              : ……………………………………………………….

No. SIA                                                                      : ……………………………………………………….

Alamat Apotek                                                            : ……………………………………………………….

Dengan disaksikan oleh :

1. Nama                                                                       : ……………………………………………………….

Jabatan                                                                        : ……………………………………………………….

No. S.I.K.A                                        `                       : ……………………………………………………….

2. Nama                                                                       : ……………………………………………………….

Jabatan                                                                        : ………………………………………………………

No. S.I.K.A                                                                : ……………………………………………………….

Telah melakukan pemusnahan obat sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir.

Tempat dilakukan pemusnahan                                   : ……………………………………………………….

Demikianlah berita acara ini kami buat sesungguhnya dengan penuh tanggung jawab.

Berita acara ini dibuat rangkap 4 (empat) dan dikirim kepada :

1.Kepala Dinas Kesehatan Propinsi

2.Kepala Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan

3.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota

4.Satu sebagai arsip di apotek

 

…………………………………………… .20……..

 

Saksi – saksi :                                                              yang membuat berita acara,

1. (………………………………………..)                               (………………………………………………………)

No. S.I.K.A : …………………………                               No. S.I.K : ……………………………

2. (………………………………………..)

No. S.I.K.A : ……………………….

 

DAFTAR OBAT YANG DIMUSNAHKAN NARKOTIKA

No. Urut

Nama

Jumlah

Alasan Pemusnahan

 

 

 

 

 

OBAT KERAS DAN BAHAN BERBAHAYA

No. Urut

Nama

Jumlah

Alasan Pemusnahan

 

OBAT DAN BAHAN OBAT

No. Urut

Nama

Jumlah

Alasan Pemusnahan

……………………………………..20…………

Saksi – saksi :                                                                          Yang membuat berita acara,

1. (………………………………………..)                               (………………………………………………….)

No. S.I.K.A : ……………..                                            No. S.I.K : …………………………………

2. (………………………………………..)

No. S.I.K.A : ……………..

 

BERITA ACARA PEMUSNAHAN PERBEKALAN KESEHATAN

Pada hari ini …………………… tanggal……………. bulan………………… tahun …………………sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik nomor : Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek , kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama Apoteker Pengelola Apotek                             : ……………………………………………………….

No.S.I.K                                                                     : ………………………………………………………

Nama Apotek                                                              : ……………………………………………………….

No. SIA                                                                      : ……………………………………………………….

Alamat Apotek                                                           : ……………………………………………………….

Dengan disaksikan oleh :

1. Nama                                                                       : ……………………………………………………….

Jabatan                                                                        : ……………………………………………………….

No. S.I.K.A                                                                : ……………………………………………………….

2. Nama                                                                       : ……………………………………………………….

Jabatan                                                                        : ……………………………………………………….

No. S.I.K.A                                                                : ……………………………………………………….

Telah melakukan pemusnahan perbekalan kesehatan di bidang farmasi sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir.Tempat dilakukan pemusnahan : ……………………………………………………….

Demikianlah berita acara ini kami buat sesungguhnya dengan penuh tanggung jawab.

 

Berita acara ini dibuat rangkap 4 (empat) dan dikirim kepada :

1. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi

2. Kepala Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan

3. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota

4. Satu sebagai arsip di apotek

…………………………… .20….

Saksi-saksi                                                                               Yang membuat berita acara,

1.(…………………………….)                                                         (…………………………………….)

No. S.I.K.A:……………….                                                        No. S.I.K………………………..

2. (……………………………)                                                         No. S.I.K.A:………………

DAFTAR PERBEKALAN KESEHATAN YANG DIMUSNAHKAN

 

No. Urut

Nama

Jumlah

Alasan Pemusnahan

 

……………………………………..20…………

Saksi – saksi :                                                                          Yang membuat berita acara,

1. (………………………………………..)                               (………………………………………………….)

No. S.I.K.A : ……………..                                            No. S.I.K : …………………………………

2. (………………………………………..)

No. S.I.K.A : ……………..

 

 

 

 

 

BERITA ACARA PEMUSNAHAN RESEP

Pada hari ini …………………… tanggal……………. bulan………………… tahun ………………… sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik nomor : Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek , kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama Apoteker Pengelola Apotek                             : ……………………………………………………….

No.S.I.K                                                                     : ………………………………………………………

Nama Apotek                                                              : ……………………………………………………….

No. SIA                                                                      : ……………………………………………………….

Alamat Apotek                                                           : ……………………………………………………….

Dengan disaksikan oleh :

1. Nama                                                                       : ……………………………………………………….

Jabatan                                                                        : ……………………………………………………….

No. S.I.K.A                                                                : ………………………………………………………

2. Nama                                                                       : ……………………………………………………….

Jabatan                                                                        : ……………………………………………………….

No. S.I.K.A                                                                : ……………………………………………………….

Telah melakukan pemusnahan resep pada apotek kami, yang telah melewati batas waktupenyimpanan selama 3 (tiga) tahun, yaitu :

Resep dari tanggal ……………………………… sampai dengan tanggal …………………………Seberat ………………………… kg. Resep Narkotik……………… lembar .Tempat dilakukan pemusnahan : ………………………………………………………………………….

Demikianlah berita acara ini kami buat sesungguhnya dengan penuh tanggung jawab.

Berita acara ini dibuat rangkap 4 (empat) dan dikirim kepada :

1. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi

2. Kepala Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan

3. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota

4. Satu sebagai arsip di apotek

 

 

 

 

…………………………… .20….

Saksi-saksi                                                                               Yang membuat berita acara,

1.(…………………………….)                                                         (…………………………………….)

No. S.I.K.A:……………….                                                        No. S.I.K………………………..

2. (……………………………)

No. S.I.K.A:………………

 

(Petunjuk Teknis Pelaksanaan Standar Kefarmasian di Apotek (SK no 1027/Menkes /SK/IX/2004) )

 

 

 

BERITA ACARA PEMUSNAHAN KOSMETIKA

Pada hari ini … tanggal … bulan … tahun …, sekitar jam … WIB, saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                           :

Jabatan                        :

Perusahaan                  :

Alamat                                    :

Dengan disaksikan oleh Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan/Balai Besar/Balai POM *)

No

Nama

NIP

Pangkat

Jabatan

     

 

:

Berdasarkan surat Tugas Nomor ……………… Tanggal …………………. dari Kepala Badan/Kepala Balai *). Bertempat di …………., alamat ………, telah melakukan pemusnahan terhadap:

No.

 

Nama Kosmetika

 

No. Notifikasi/

NIE

 

No. Produsen /

Bets

 

 

Nama Importir

 

Kemasan Jumlah Keterangan/Alasan Pemusnahan

 

 

               
               

-2-

 

Pemusnahan dilakukan dengan cara sebagai berikut:

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

………………………………………………………………………………………………………..

 

………………………………………………………………………………………………………..

 

Demikian Berita Acara Pemusnahan Kosmetika ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani di …………………

Yang Memusnahkan

 

…………………………………

 

Saksi-saksi

 

1.                                             2.                                                                     3.

 

…………………………..**)           ………………………..**)                                      ………………………***)

 

*) coret yang tidak perlu

 

**) Petugas Badan POM/Balai Besar/Balai POM

 

***) perusahaan yang bersangkutan

 

KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

 

REPUBLIK INDONESIA,

Ttd

 

 

 

 

REFERENCES

Anonim.2006. Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan .Jakarta: Depkes RI

https://www.djkn.kemenkes.go.id.diakses tanggal 10 April 2015

http://www.pom.go.id/new/index.php/view/berita/5240/Pemusnahan-Produk-Obat-dan-Alat-Kesehatan-Kadaluwarsa.html. diakses tanggal 11 april 2015.

http://www.ikatanapotekerindonesia.net/pharmaceutical-law/sarana-produksi/2222-perkbpom-no-hk-03-1-23-12-11-10719-thn-2011-ttg-tata-cara-pemusnahan-kosmetika.html. diakses tanggal 11 april 2015.

Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik

PerMenKes RI No.28/MenKes/Per/1978 pasal 9

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Standar Kefarmasian di Apotek (SK no 1027/Menkes /SK/IX/2004)

PP Kesehatan RI no 35 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek

PP RI Nomor 72 Tahun 1998 Tentang pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan

Undang – undang Republik Indonesia No 7 Tahun 1963 tentang Farmasi

Ditulis oleh     : Anisa Retno Utami

        Pengelolaan sediaan farmasi dimulai dari perencanaan sampai evaluasi memiliki perlakuan tersendiri . diantaranya yaitu pemusnahan sediaan farmasi. Sediaan farmasi yang perlu dimusnahkan yaitu sediaan yang telah rusak ditinjau dari kemasannya, bentuk sediaan, warna dan bau yang mengalami perubahan dan sediaan yang telah melewati tanggal kadaluarsa. Metode penghapusan sediaan farmasi ada beberapa macam yaitu dengan mengembalikan ke distributor, transfer lintas batas obat tak terpakai, penimbunan, pembuangan terbuka sederhana dan tanpa pengendalian, penimbunan berteknologi, penimbunan berteknologi tinggi, immobilisasi limbah dengan inersiasi dan enkapsulasi, pembuangan melalui saluran pembuangan air, pembakaran dalam wadah terbuka, insinerasi suhu sedang dan insenarasi suhu tinggi serta dekomposisi kimiawi.(WHO, 1999).  Pemusnahan obat biasanya dilakukan oleh tenaga kefarmasian yang bertanggung jawab pada sarana kefarmasian (apotek, instalasi farmasi dll). Untuk pemusnahan obat narkotika harus ada salah satu petugas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang mengawasi dan dibuat berita acara pemusnahan obat narkotika yang isinya meliputi:

  1. Nama, jenis, sifat dan jumlah.
  2. Keterangan tempat, jam, hari, tanggal, bulan dan tahun dilakukan pemusnahan.
  3. Tanda tangan dan identitas lengkap pelaksana dan pejabat yang menyaksikan pemusnahan.

       Pada artikel ini akan dijelaskan tentang metode pemusnahan obat secara enkapsulasi. Enkapsulasi merupakan cara pembuangan dengan menjadikan limbah farmasi ke dalam bentuk padat drum plastik atau baja.  Sebelum dipergunakan, drum harus dibersihkan dan kandungan sebelumnya harus bukan bahan yang mudah meledak atau berbahaya. Drum  tersebut diisi hingga memenuhi 75% kapasitasnya dengan obat – obatan padat atau obat – obatan setengah padat. Kemudian sisa ruang dipenuhi dengan menuangkan bahan – bahan seperti semen atau campuran semen dengan kapur, busa plastik atau pasir batu bara. Untuk mempermudah dan mempercepat pengisian, tutup drum harus dipotong hingga terbuka kemudian dilipat ke belakang. Kemudian drum tersegel tersebut diletakkan di lapisan dasar landfill dan ditutup dengan limbah padat (Widyastuti, 2005). Persyaratan khusus enkapsulasi (Permenkes, 2014) yaitu:

  1. Proses enkasulasi pada prinsipnya melakukan solidifikasi terhadap limbah untuk menghindari terjadinya pelindian terhadap limbah dan menghilangkan risiko limbah diakses oleh pemulung.
  2. Enkapsulasi dilakukan dengan cara memasukkan limbah sebanyak 2/3 dari volume wadah dan selanjutnya ditambahkan material immobilisasi sampai penuh sebelum wadahnya ditutup dan dikungkung. Material immobilisasi dapat berupa gabus plastik, pasir bituminus, dan/atau semen.
  3. Wadah yang digunakan dapat berupa high density polyethylene (HDPE) atau drum logam. dan/atau limbah bahan kimia sebelum akhirnya hasil enkapsulasi tersebut ditimbun di landfill.

Metode enkapsulasi ini biasanya digunakan untuk memusnahkan obat – obatan yang berbentuk padat seperti kapsul, kaplet, tablet dan serbuk.

Daftar Pustaka

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2015. Jakarta

Widyastuti, Palupi (Ed). 2005. Panduan Pembuangan Limbah Perbekalan Farmasi. Jakarta: EGC

World Health Organization. 1999. Guidelines for Save Disposal of Unwated Pharmacheuticals in and after Emergencies. World Health Organization

Materi pelayanan farmasi di apotek : PELAYANAN APOTEK 2015

Materi Asistensi :ASISTENSI PRAKTIKUM

Jadual : jaduwal 2015

JADUWAL PRAKTIKUM MANAJEMEN DAN AKUTANSI FARMASI SEMESTER IV TAHUN 2014/2015
PERT HARI/ TGL MATERI PENGAMPU RUANG
1 SELASA, 24/2/2015 ASISTENSI I Heru Sasongko, M.Sc, Apt A3-07b
2 KAMIS, 26/2/2015 ASISTENSI II Fea Prihapsara, M.Sc, Apt A3-07b
3 SELASA, 3/3/2015 Materi 1 (1. perencanaan kebutuhan farmasi berdasarkan pola konsumsi) Heru Sasongko, M.Sc, Apt A3-07b
4 KAMIS, 5/3/2015 Aplikasi & pembuatan laporan Perencanaan berdasar konsumsi
5 SELASA, 10/3/2015 Materi 2 (1. Perhitungan HET yang ditetapkan oleh pabrik) Fea Prihapsara, M.Sc, Apt A3-07b
6 KAMIS, 12/3/2015 Aplikasi & pembuatan laporanPerhitungan HET yang ditetapkan oleh pabrik
7 SELASA, 17/3/2015 Materi 3 ( 2. konsep inventory control berdasarkan analisis ABC – VEN ) Heru Sasongko, M.Sc, Apt A3-07b
8 KAMIS, 19/3/2015 Aplikasi & pembuatan laporan  inventory control berdasarkan analisis ABC – VEN
9 SELASA, 24/3/2015 Materi 4 ( 2. Perencanaan produksi dari PPIC ) Fea Prihapsara, M.Sc, Apt A3-07b
10 KAMIS, 26/3/2015 Aplikasi & pembuatan laporan Perencanaan produksi dari PPIC
11 SELASA, 31/3/2015 Materi 5 (3. konsep inventory control berdasarkan EOQ (Economic Order Quantity) Heru Sasongko, M.Sc, Apt A3-07b
12 KAMIS, 2/4/2015 Aplikasi & pembuatan laporan  inventory control berdasarkan EOQ
13 SELASA, 7/4/2015 Materi 6 ( 3. Perhitungan besaran Man Power Hour dalam sekali produksi) Fea Prihapsara, M.Sc, Apt A3-07b
14 KAMIS, 9/4/2015 Aplikasi & pembuatan laporan besaran Man Power Hour dalam sekali produksi
15 SELASA, 14/4/2015 Materi 7 (4. laporan keuangan Apotek) Heru Sasongko, M.Sc, Apt A3-07b
16 KAMIS, 16/4/2015 Aplikasi & pembuatan laporan  keuangan Apotek
17 SELASA, 21/4/2015 Materi 8 (4. Pembuatan catatan pengolahan batch suatu produk) Fea Prihapsara, M.Sc, Apt A3-07b
18 KAMIS, 23/4/2015 Aplikasi & pembuatan catatan pengolahan batch suatu produk
19 SELASA, 28/4/2015 Materi 9 (5. penentuan harga jual obat di apotek (HJA) Heru Sasongko, M.Sc, Apt A3-07b
20 KAMIS, 30/4/2015 Aplikasi & pembuatan  laporan penentuan harga jual obat di apotek (HJA)
21 SELASA, 5/5/2015 Materi 10 (5. Pembuatan catatan produksi secara sederhana untuk sebuah UKOT) Fea Prihapsara, M.Sc, Apt A3-07b
22 KAMIS, 7/5/2015 Aplikasi & pembuatan  laporan  catatan produksi secara sederhana untuk sebuah UKOT)
23 SELASA, 12/5/2015 Materi 11 (6. pembuatan laporan obat golongan narkotika, psikotropika dan obat generik) Heru Sasongko, M.Sc, Apt A3-07b
24 SELASA, 19/5/2016 Aplikasi & pembuatan  laporan obat golongan narkotika, psikotropika dan obat generik)
25 KAMIS, 21/5/2015 Materi 12 (6. Penentuan persamaan regresi dalam suatu kasus) Fea Prihapsara, M.Sc, Apt A3-07b
26 SELASA, 26/5/2016 Aplikasi & pembuatan  laporan Penentuan persamaan regresi dalam suatu kasus
27 KAMIS, 28/5/2015 Diskusi Kasus 1 Heru Sasongko, M.Sc, Apt A3-07b
28 KAMIS, 4/6/2016 Diskusi Kasus 2
29 SELASA, 9/6/2016 Diskusi Kasus 3 Fea Prihapsara, M.Sc, Apt A3-07b
30 KAMIS, 11/6/2016 Diskusi Kasus 4
31 SELASA, 16/6/2016 Responsi I Heru Sasongko, M.Sc, Apt A3-07b
32 KAMIS, 18/6/2016 Responsi II Fea Prihapsara, M.Sc, Apt A3-07b
Asisten : 1.
2.

Nilai dapat anda download di : PRINT PENGUMUMAN

Bagi yang mendapatkan nilai dibawah 60, Wajib untuk REMIDI, dan bagi yang mendapat nilai dibawah 70 tidak wajib untuk REMIDI tapi diperbolehkan untuk ikut. Nilai hasil remidi maksimal 70 dan yang digunakan adalah hasil yang terbaik,

Jadual remidi Manajemen dan akutansi farmasi akan diadakan, setelah adanya waktu kesepakatan peserta, dan mohon untuk segera menghubungi Bp Heru Sasongko. Terimakasih

Materi dapat di download di :1.  INVENTORY CONTROL MANAGEMENT

2. EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN

3. PERENCANAAN KONSUMSI

 

MATERI PRAKTIKUM MANAJEMEN DAN AKUNTANSI FARMASI

 

Kelas dibagi menjadi 8 kelompok dan masing-masing kelompok menyiapkan presentasi dan makalah tentang sistem pengadaan.

 

Kelompok 1

AJENG DWI ANGGRAINI
ALFIAH KHUMAIDA
ANISA AZZAHRA
APRILIA KUSUMA R
ATIFAH NUR LAILATI
AULIYA RAHMAWATI
AWIBI NUR AISYAH

 

Kelompok 2

AYU PRASANTY
BAHARUDIN ARIF F. K.
BELLA FRANSISCA
BUYUNG ADIA PRATAMA
DEA SARRA PRAMUDHITA
DENY WULANNINGSIH
DESI MULYAWATI

 

Kelompok 3

DHIAN NOVITA SARI
DIANA PURNAWATI
DINNAVI’A
DWIANTO PRIHANDOKO
EKO YULIANTI
EMITA SARIYANA
ENGGARTIKA MAHARANI
ESTI LISNA MAWARNI

Kelompok 4

FATEKHAH TSABITUL C
GLORYA NUNGKY R
HANNY SUKMA YUWANA
HERMIN ERMAWATI
HERNAWAN SETYA BUDI
INAHA KHOIRUNISA. B
INDAH KARUNIA DEWI

 

Kelompok 5

INDRA WATI NUR C
ISNANI ISTIYANA
KARUNIA PUTRI P
MARDHIYANTI KHAMIDA
MELINA ANGGRAENI
MEYNA S.
NINA ANINDYAWATI

 

Kelompok 6

OKKY MARETA OCTADEVI
PEBRI ANDRIYANTO
PRATIWI HENING P.
PREVI RAHMA AGHNIA
PUJANINGSIH PEBRIANA
RAHMAWATI F
RASIDHA DINIYARTI U
RENITA CAHAYANI

 

Kelompok 7

RISKA ALFIANI
RITA SONITA
RIZKI BAROKAH
SANTI NUR ERMAWATI
STEFANNY FLORENCIA D
SYAIFUL APRILIANTO
TANTI ALFIANI

 

Kelompok 8

TINA HARI YANTI
TRI HANDAYANI
TRIFENI RUSTIANASARI
TRISHA AVIANI
TWINDA CHRISTIYODA
ULIL AZMI
YUNARTIKA P.
ZULAENA NUR AFIFAH

 

 

Pembagian materi sebagai berikut :

  1. Metode Perencanaan : Konsumsi, Epidemiologi, Kombinasi dan aplikasinya di Apotek   (kelompok 1&2)
  2. Sistem pengadaan yang tepat untuk obat-obat yang fast moving dan slow moving di apotek (kelompok 3&4)
  3. Pengadaan dengan metode tender di rumah sakit pemerintah (kelompok 5&6)
  4. Sistem pengadaan obat di Puskesmas (kelompok 7&8)

Makalah :

  1. Diketik dalam kertas A4 Time New Roman font 12 spasi 1,5
  2. Jumlah halaman kurang lebih 5 – 10 halaman ( cover + pustaka)
  3. Diberi Cover dan dijilid menggunakan mika tranparan beri keterangan nama tim penyusun
  4. Tulis pustaka yang digunakan
  5. Makalah dikumpulkan pada saat praktikum dimulai, sesuai dengan jadual yang ada

 

Atau dapat anda download di :kelompok presentasi

Jadual dapat di download di : Kontrak dan Jadual praktikum

 

 

 

 

 

Materi dapat di download di :

1. PENGELOLAAN obat dan ADMINISTRASI APOTEK

2. Materi tugas / diskusi di : http://www.mediafire.com/download.php?9jdz7ae4sle2w9p