Pendahuluan

Secara umum siklus pengelolaan obat menurut Quick et. al, (1997) merupakan suatu siklus yang meliputi fungsi-fungsi dasar seperti selection (seleksi obat), procurement (perencanaan dan pengadaan), distribution (penyimpanan dan pengamanan persediaan), dan use (penggunaan). Keempat fungsi dasar tersebut didukung oleh sistem penunjang pengelolaan yang terdiri dari organization, financing and sustainability, information management , human resources management). Distribusi merupakan suatu proses yang dimulai dari penerimaan barang, kontrol persediaan, penyimpanan sampai pengeliuaran obat dari gudang untuk didistribusikan ke depo-depo. Pemilihan sistem distribusi yang tepat memegang peranan penting agar perbekalan farmasi dapat diterima dengan jenis dan jumlah yang tepat pada saat dibutuhkan. Mutu pelayanan farmasi tercermin dalam pelayanan bagian distribusi karena berhadapan langsung dengan pasien. Sistem distribusi dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pasien dengan mempertimbangan efisiensi dan efektivitas sumber daya yang ada.

materi kuliah tentang distribusi dapat di download di : Distribusi

 

Pustaka

Quick, J.D, Rankin, J.R., Laing R.O., O’Connor, R.W., Horgerzeil, H.V., Dukes, M.N.G and Garnet, A, 1997, managing Drug Supply 2nd                         edition, 378-482, Kumarian Press, West Harford

Siregar dan Amalia, 2003, Farmasi Rumah Sakit : Teori dan Penerapan, 7,25, 122-129, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta