Categori
D3 Farmasi UNS
May 2012
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Visitor
Online

PostHeaderIcon Standarisasi Ekstrak

PARAMETER STANDAR UMUM

1. Bahan atau material

a.  Kebenaran jenis (identifikasi)

b.  Kemurnian (bebas kontaminasi kim&bio)

c.  Aturan penstabilan (wadah, penyimpanan, transportasi)

2. Bahan & produk untuk obat

a.  Quality (mutu)

b.  Safety (Aman)

c.  Efficacy (Manfaat)

3. Bhn  kand.kimia  respon biologis

Spesifikasi kimia: informasi komposisi (jenis dan kadar) senyawa kandungan.

Faktor yang berpengaruh pada mutu ekstrak:

a) Faktor biologi :
1.Identitas jenis
2.Lokasi tumbuhan asal
3.Periode pemanenan hasil tumbuhan
4.Penyimpanan bahan tumbuhan.
5.Umur tumbuhan dan bagian yang digunakan

b) Faktor kimia

•Faktor internal: jenis senyawa aktif, komposisi kualitatif, komposisi kuantitatif, kadar total rata-rata senyawa aktif
•Faktor eksternal: metode ekstraksi, perbandingan ukuran alat ekstraksi, ukuran, kekerasan dan kekeringan bahan, pelarut, cemaran
Senyawa kimia yang terdapat di dalam ekstrak berasal dari :
1.Senyawa kandungan asli dari tanaman asal
2.Senyawa hasil perubahan dari senyawa asli
3.Senyawa kontaminasi (polutan atau aditif proses)
4.Senyawa hasil interaksi kontaminasi dengan senyawa asli atau senyawa perubah.
Oleh sebab itu,  tempat dimana tumbuhnya tanaman, pupuk yang diberikan, keadaan geografis serta perlakuan fising yang dilakukan baik alamiah maupun buatan oleh tangan manusia sangat mempengaruhi dari kuwalitas simplisia itu sendiri.
Pentingnya Standarisasi pada ekstrak adalah :
Keuntungan :
1.Karena prosesnya terstandar, maka hasil yang diperoleh ajek dengan kandungan kimia yang sama untuk beberapa kali proses
2.Lebih cepat, karena pembuatannya dicampur sehingga hanya diperlukan satu kali proses
3.Alat yang dibutuhkan lebih sedikit karena hanya satu kali proses
Kerugian :
1. Perlu ketrampilan khusus
2. Membutuhkan biaya yang tidak sedikit
3. membutuhkan waktu untuk melakukan proses
Parameter dan metode yang digunakan dalam pengujian suatu ekstrak adalah parameter spesifik dan non spesifik,

PARAMETER NON SPESIFIK

1.Susut pengeringan & BJ
2.Kadar air
3.Kadar abu
4.Sisa pelarut
5.Residu pestisida
6.Cemaran logam berat
7.Cemaran mikroba

PARAMETER SPESIFIK

1.Identitas
2.Organoleptik
3.Senyawa terlarut dlm pelarut ttt
4.Uji kandungan kimia ekstrak
     a. Pola kromatogram
     b. Kadar total gol.kandungan kimia
     c. Kadar kandungan kimia tertentu
a) Susut pengeringan

Prinsip : pengukuran sisa zat setelah pengeringan pada temperatur 105ºC selama 30 menit atau sampai berat konstan, yang dinyatakan dalam nilai prosen

Tujuan : memberi batas max. Tentang besarnya senyawa yang hilang pada proses pengeringan

Nilai     : maksimal rentang, terkait kemurnian dan kontaminasi

b) Kadar Air

Prinsip : pengukuran kandungan air yang berada dalam bahan dilakukan dengan cara tepat  (titrasi, destilasi dan gravimetri)

Tujuan : memberi batas max. Kandungan air dalam bahan

Nilai     : maksimal rentang, terkait kemurnian dan kontaminasi

Metode Gravimetri :

10 gram ektrak ====>  timbang dalam wadah ====> keringkan suhu 105ºC selama 5 jam ====>  timbang ====>  lanjutkan pengeringan  =====> timbang setelah 1 jam (hingga selisih < 0,25%)

Metode Karl Fischer :

Larutkan 63 gram iodium P dalam 100 ml piridina  ====>  dinginkan dalam air es ====>  alirkan belerang dioksida P hingga 32,3 g ====> tambah metanol mutlak P hingga 500 ml, biarkan selama 24 jam.

c) Bobot Jenis

Prinsip : masa persatuan volume pada suhu kamar tertentu (25ºC) yang ditentukan dengan piknometer

Tujuan : memberi batas besarnya masa per satuan volume (parameter khusus ekstrak cair s/d kental yang dapat dituang)

Nilai     : maksimal rentang, terkait kemurnian dan kontaminasi

Pustaka :

•Anonim, 1998, Quality Control Methods for Medicinal Plant Materials, WHO Library Cataloguing in Publication Data, Geneva

•Anonim, 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, Dep Kes RI, Jakarta

•Anonim, 2004, Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia, Dep Kes RI, Jakarta

•Bruneton, J., 1999, Pharmacognosy, Phytochemistry, Medicinal Plants, Intercept Ltd., New York

•List, P.H., and Schmidt, P.C., 1989, Phytopharmaceutical Technology, CRC Press, Boston

•Jurnal-jurnal terkait

6,372 Responses to “Standarisasi Ekstrak”

Leave a Reply